Tentang Format ITB

FORMAT (Forum Mahasiswa Garut) ITB adalah sekelompok mahasiswa S1 ITB yang berasal dari Garut, mempunyai garis keturunan orang Garut, pernah tinggal, dan mempunyai kepedulian terhadap Garut. Dulunya FORMAT ITB hanya sebuah paguyuban, kemudian resmi menjadi organisasi pada tanggal....

Pesta Pendidikan 2013

Pesta pendidikan adalah rangkaian acara pengenalan bagi siswa SMA yang rutin dilangsungkan oleh FORMAT ITB[...]

Liburan Bersama FORMAT ITB

Setelah Rangkaian acara Pesta Pendidikan 2013, Format ITB mengadakan Tour bersama FORMAT, berlokasi di Batu Karas Pangandaran, para peserta yang merupakan panitia Pesta Pendidikan 2013 mengikuti[...]

If you are going [...]

BIUS ITB, Jaminan Akses Mahasiswa Kurang Mampu terhadap Pendidikan

Dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan akses pendidikan di Perguruan Tinggi yang terbatas untuk mahasiswa kurang mampu, pada tahun 2009 BIUS (Beasiswa ITB untuk Semua) didirikan. BIUS mengajak semua mahasiswa berprestrasi yang kurang mampu untuk dapat kuliah di ITB secara gratis. Pada awal dibentuk, yaitu tahun 2009, kampanye secara besar-besaran disebarkan lewat internet dan media sosial. Kampanye ini bertujuan agar siswa SMA di seluruh wilayah di Indonesia menget[.....]

Mahasiswa Harus Menjadi penemu Hebat

"Banyak contoh di dunia bahwa penemu-penemu itu berasal dari kalangan mahasiswa. Contohnya Microsoft,” kata JK dalam ceramah dengan tema ‘Ramadhan’s Great Metting‘ di Aula Timur kampus ITB, Ahad (14/7). Menurut JK yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI), penemuan tersebut tentunya harus memiliki manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.[...]

Thursday, November 7, 2013

Tempat wisata di kabupaten Garut

Bandung (FORMATNews) - Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki eksotisme dan keindahan alam yang cukup memesona. Kota yang terkenal dengan kuliner dodol dan gunung papandayannya ini memiliki beberapa tempat wisata yang cukup menarik, diantaranya :
Puncak Gunung Papandayan , salah satu tujuan wisata di Garut
Taman Satwa Cikembulan
Objek wisata ini berada di Kecamatan Kadungora, jaraknya sekitar 2 kilometer dari jalan Raya Bandung-Garut untuk menuju kawasan ini. Tempat ini tidak jauh berbeda dengan kebun binatang pada umumnya. Koleksi hewan yang ada di sini berupa jenis burung, Reptil, primata, mamalia dan kucing besar seperti harimau dan macan.

Situ Cangkuang
Jaraknya tidak jauh dari Taman Satwa Cikembulan, untuk menuju kawasan ini juga tidak terlalu sulit. Dari alun-alun Leles, langsung belok kiri. Tempat ini menyuguhkan petualangan wisata yang cukup komplit yakni menyusuri danau dengan menggunakan rakit bambu. Di tengah danau terdapat pulau yang didalamnya berdiri sebuah Candi Hindu peninggalan abad ke XVII juga terdapat perkampungan adat yaitu kampung Pulo yang masih memegang teguh adat istiadat karuhunnya yakni agama Islam.

Taman Rekreasi dan pemandian air panas
Bergeser tiga kilometer dari Leles yakni di kecamatan Tarogong, terdapat objek wisata Cipanas. Tempat ini menarwarkan banyak pemandian air panas yang airnya berasal dari Gunung Api Guntur. Pemandian ini berada disini berupa kolam dan waterboom. Tak hanya itu, di tempat ini juga banyak berjejer penginapan dan hotel dengan dilengkapi fasilitas kamar air panas. Tidak sulit untuk menjangkau tempat ini, dari jalan raya Bandung-Garut tinggal belok kanan sekitar 2 kilometer. Jalannya cukup bagus.

Situ Bagendit
Setelah bermandi air panas, pengunjung bisa berbalik lagi menuju ke arah timur. Sekitar 5 kilometer dari Cipanas, terdapat Situ/Danau Bagendit yang terletak di Kecamatan Banyuresmi. Tempat ini menyuguhkan hamparan air dengan beckground pegunungan. Fasilitas yang tersedia di kawasan ini yaitu penyewaan 60 buah rakit dengan tarif Rp.25.000/15 menit, 11 buah sepeda air dengan tariff Rp.10.000/15 menit yang dalam kondisi yang baik. Terdapat pula beberapa bangku taman dan 6 buah shelter yang disewakan untuk pengunjung dengan harga Rp.3.000/jam. Terdapat juga kereta api mini dengan tarif Rp.2.000 dan kolam renang dikawasan Situ Bagendit ini.

Pemandian Air Panas Darajat
Kawasan darajat ini berada hampir 1.000 meter diatas permukaan laut. Waktu tempuh normal untuk menuju kawasan ini dari Garut kota sekitar 1 jam. Para pengunjung akan menyusuri jalan meliuk dan mananjak. Di kanana kiri jalan diapit hamparan sawah, menjelang tiba di lokasi objek wisata pipa-pipa besar dan instalasi energi panas bumi milik PT Chevron akan mengapit jalan. Dari tempat ini akan pengujung dapat menyaksikan indahnya kota dodol.
Dengan udara yang cukup dingin, para pengunjung dapat menikmati waterpark dengan air panas yang berasal dari Kawah darajat yang merupakan bagian dari barisan gunung Api Papandayan. Di tempat ini sedikitnya terdapat tujuh buah waterpark yang bisa dipilih untuk menikmati kehangatan dengan keluarga.

Talaga Bodas
Kawah Talaga Bodas berada 8 km dari ibu kota kecamatan Wananraja atau 20 km arah timur dari kota Garut dan 83 km dari Bandung. Kawah Talaga Bodas memiliki luas 23,85 ha dan berada di ketinggian 1.512 m di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menikmati wisata tracking, hiking, fotografi, piknik, atau sekedar jalan- jalan dan refresing saja.

Kawah Papandayan
Kawah Papandayan berada di ketinggian 2170 m di atas permukaan laut. Luas kawasan ini secara keseluruhan 7132 Ha, yang terdiri dari Cagar Alam dengan luas 6807 Ha dan Taman Wisata Alam 225 Ha. Papandayan ini terdapat banyak kawah yang aktif, yang diantaranya ada 4 kawah yang meletus pada tahun 2002 yaitu Kawah Baru, Kawah Nagklat dan Kawah 2002
 (referensi: tempo.co)

Thursday, October 10, 2013

Mahasiswa Harus Menjadi penemu Hebat

Bandung (FORMATNews) - Mantan wapres RI, Jusuf Kala (JK) mendorong kalangan mahasiswa agar menjadi penemu-penemu hebat yang bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Penemuan tersebut bisa di bidang teknologi, ekonomi, maupun bidang lainnya.
“Banyak contoh di dunia bahwa penemu-penemu itu berasal dari kalangan mahasiswa. Contohnya Microsoft,” kata JK dalam ceramah dengan tema ‘Ramadhan’s Great Metting‘ di Aula Timur kampus ITB, Ahad (14/7).
Menurut JK yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI), penemuan tersebut tentunya harus memiliki manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan, mahasiswa ITB memiliki kemampuan di bidang teknologi. Kemampuan tersebut tentunya harus diwujudkan melalui berbagai lenelitian dan menjadi sebuah penemuan yang hebat.
“Saya yakin dari mahasiswa ITB ini akan muncul pemikiran dan penemuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar dia.
Potensi mahasiswa dengan penemuannya itu, kata JK, harus didukung kalangan perusahaan. Sebab, kata dia, jika kemampuan menemukan sebuah teknologi tak dibarengi dengan kemampuan memasarkan jelas akan sangat rugi. Oleh sebab itu, kalangan kampus harus bekerja sama dengan dunia usaha.
“Universitas melahirkan penemuan, sedangkan kalangan usaha memiliki kemampuan dalam memasarkan. kita ingat dulu harga telepon genggam mencapai Rp 15 juta. Sekarang harganya ada yang Rp 500 ribu. Ini berkas perpaduan antara penemuan dan pemasaran,” tutur dia.
JK mengungkapkan, kemampuan yang dimliki dunia kampus dan usaha harus disinerikan. Jika kedua kekuatan ini bisa dipadukan, ia yakin penemuan- penemuan mahsiswa tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Peran pemerintah adalah memfasilitasi kedua pihak ini sehingga bisa menghasilkan sebuah penemuan yang diwujudkan dalam produk untuk kesejahteran masyarakat,” tutur dia.
Persaingan, JK melanjutkan, akan semakin berat pada 2014 mendatang. Bea masuk barang impor akan semakin kecil sehingga akan terjadi persaingan yang ketat antara produk luar dan dalam negeri.
Kompetisi ini harus dihadapi masyarakat Indonesia. Untuk itu, imbuh dia, masyarakat Indonesia harus melakukan persiapan yang maksimal menghadapi era tersebut.
“Tak hanya produk barang, jasa pun akan mudah masuk dengan ke negeri ini. Saingan kita dalam jasa adalah Singapura, Malaysia, dan Filiphina. Karena tiga negera tersebutSDM-nya menguasai bahasa Inggris,” kata dia.
Menurut JK, saat ini Korsel dan Cina menjadi kekuatan baru negara dengan kemampuan teknologi. Mereka, kata dia, berhasil karena keberaniannya menitu hasil katya negara lain.
Korea bisa seperti sekarang karena menitu produk-produk Jepang. Sedangkan Cina berani meniru produk- produk sejumlah negara. ” Korsel dan China kini menjadi rujukan sebagai negara dengan basis teknologi. Kita pun bisa melakukan itu,” ujar dia.(republika.co.id)

KPU Ajak Mahasiswa Optimis Menatap Masa Depan Bangsa

JAKARTA, (FORMATNews)
- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Husni Kamil Manik mengajak kaum muda dan mahasiswa untuk optimis menatap masa depan Indonesia. Husni mengajak elemen mahasiswa untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu dan demokrasi.
“Mahasiswa dapat mengambil peran menjadi relawan demokrasi untuk melakukan kegiatan pendidikan pemilih dalam rangka melahirkan pemilih yang rasional, cerdas dan mandiri,” ujar Husni saat menerima kunjungan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), di Jakarta Jumat (4/10/13).
Husni mengatakan KPU memiliki program relawan demokrasi (relasi) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pemilih dalam berbagai segmen. Ada lima segmen pemilih yang menjadi fokus KPU yakni pemilih pemula, kelompok agama, kelompok perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok pinggiran. Jumlah relawan demokrasi maksimal 25 orang setiap kabupaten/kota.
Menurut Husni, Mereka akan turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi dari Januari sampai April 2014. Untuk tahap awal, relawan demokrasi akan melakukan pemetaan varian kelompok sasaran, identifikasi kebutuhan, identifikasi materi dan metode sosialisasi, dan melaksanakan sosialisasi sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
“Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2014. Salah satunya dengan ikut serta menjadi relawan demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu pengurus PB HMI menegaskan komitmennya untuk mendorong terwujudnya demokrasi substantif di Indonesia. HMI yang memiliki 500 ribu kader mahasiswa terdidik di berbagai perguruan tinggi dan tersebar di 175 kota di Indonesia merupakan kekuatan yang besar untuk melakukan pendidikan, pemberdayaan dan penyadaran politik kepada masyarakat.
Dengan penyadaran politik, niscaya, demokrasi substantif dapat diwujudkan yang ditandai dengan kesesuaian prilaku demokrasi baik pada tataran institusi, aparat pelaksana institusi maupun masyarakat sipil. HMI menegaskan akan fokus pada pendidikan, pemberdayaan dan penyadaran politik kepada pemilih pemula.
HMI bertekad melanjutkan program pada Pemilu 2009 yakni gerakan pemilih cerdas. Program tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya. Sehingga dalam menentukan tidak hanya berpatokan pada informasi yang terbatas dan keterkesanan semata. Tetapi memilih berdasarkan analisis kemanfaatan untuk kebaikan hidup bersama. (A-194/A-108)***
Sumber :PR

Monday, September 9, 2013

Pemanis Alami: Stevia Rebaudiana…


Berikut ini sebuah inspirasi, tanaman Stevia Rebaudiana. Ia adalah pemanis alami, dari bahan daun Stevia Rebaudiana. Bisa menghasilkan rasa manis 100 x melebihi manis gula tebu. Dihasilkan melalui proses ekstrak terhadap daun Stevia. Bukan pemanis sintetik, jadi lebih sehat bagi konsumen.
Satu lagi yang hebat, pemanis ini tak berkalori, sangat cocok bagi mereka yang takut kegemukan, terkena keluhan diabetes, dan selainnya. Cuma, di Indonesia belum berkembang.


Cara membuatnya,
1. keringkan Daun. 
2. Tumbuk

Scientific classification
Domain: Eukaryota
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Tribe: Eupatorieae
Genus: Stevia
 

Wednesday, July 17, 2013

Makanan Khas Garut

Garut, (FORMATNews) -Jika anda bepergian ke Sebuah kota, tidak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner khas kota tersebut, Garut selain terkenal dengan Dombanya , juga terkenal dengan dengan kota Dodol, namun, apakah hanya Dodol saja makanan khas Garut,? Tentu tidak, Garut memiliki beberapa Makanan Khas yang hanya akan anda temui di garut saja. apa saja itu? mari kita absen satu persatu.
 Seperti dilansir web resmi kabupaten Garut, garutkab.go.id berikut makanan khas Kabupaten Garut.
Dodol Garut
Lihat menu Khas Daerah - Produk Khas - klik: Dodol Garut
Jeruk Garut Lihat menu Khas Daerah - Produk Khas - klik : Jeruk Garut
Burayot Burayot terbuat dari Gula merah dan tepung beras pilihan, bahan dan rasa sama dengan makanan khas daerah lainnya yaitu "Ali Agrem", tapi karena dibuat bundar keriput atau "ngaburayot" (kata orang Sunda) maka dinamakanlah burayot. Makanan ini banyak diproduksi oleh masyarakat Garut terutama Leles, karena bahannya mudah didapat dan rasanya yang legit.
Ladu Ladu dibuat dari beras ketan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi hidangan yang khas serta rasanya yang berbeda dengan makanan lainnya. Pertama kali diperkanalkan oleh masyarakat Malangbong Garut.
Angleng dan Aneka Wajit Angleng dan wajit, sebenarnya sama dengan dodol Garut yang diproduksi dari beras Ketan dan Gula merah. Bedanya adalah Dodol diolah menjadi semacam karamel, sedangkan wajit tidak. Makanan ini diproduksi oleh masyarakat di kabupaten Garut khususnya di Kecamatan Cihurip.
Kurupuk Kulit Khas Garut Makanan ini berkembang seiring dengan banyaknya penyamakan kulit di kabupaten Garut, karena pada proses penyamakan ada bagian dari bahan baku kulit yang dibuang tidak diolah, maka dapat diproses menjadi kerupuk kulit. Kerupuk kulit dan dorokdok Garut mempunyai citarasa yang sangat khas. Produksi kerupuk kulit tersebar di Garut Kota, Tarogong dan daerah lainnya.
Pindang Ikan Penampilan ikan pindang Garut sama dengan ikan pindang di dearah lainnya, hanya yang menjadikan berbeda adalah cara pengolahan yang berbeda membuat ikan pindang Garut juga memiliki citarasa tersendiri yang khas, dan itu membuat orang yang pernah merasakannya ketagihan. Dapat diperoleh di berbagai tempat khususnya daerah Cikajang, Cisurupan, dan Cihideung.
Sambel Cibiuk Menurut sumber yang tersebar di masyarakat Kecamatan Cibiuk, bahwa resep sambel Cibiuk dibawa dari Arab. Terlepas benar atau tidaknya, sambel yang dibuat di kecamatan cibiuk ini mempunyai perbedaan dengan sambal-sambal lainnya karena dibuat dari bahan: tomat hijau, serawung, cabe rawit dan bumbu lainnya. Walaupun pedas tetapi tidak akan menimbulkan panas pada perut yang menkonsumsinya. Karena terkenalnya, maka sekarang restoran dengan menu sambel Cibiuk sudah ada di berbagai kota besar khususnya Bandung dan Jakarta. Sambal Cibiuk mulanya hanya disajikan bila ada tamu Istimewa atau Agung. Jaman dahulu sambal ini hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Cibiuk dan para pejabat saja, tetapi seiring perkembangan peradaban maka sekarang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Rumah makan sambal Cibiuk yang ada saat ini di Kecamatan Cibiuk adalah keturunan-keturunan langsung dari pemegang resep Sambal Cibiuk yang khas. Akan tetapi untuk sekadar mengenal saja seperti apa sambal Cibiuk, Anda dapat memesannya di berbagai rumah makan di Garut Kota, Tarogong dan sekitarnya misalnya di Jl. OTISTA dan Jl. Veteran.
Ceprus Makanan ini bisa diperoleh di Garut bagian Selatan. Ceprus adalah singkong bakar panas dicelupkan pada gula merah yang telah dipanaskan (kinca). Makanan ini tergolong langka karena hanya tersaji bila di sentra gula merah asli dari pohon kawung (aren).
Catatan : Beberapa makanan khas Garut di atas hanya dapat diperoleh di daerah asalnya dan sebagian lainnya dapat diperoleh di banyak toko oleh-oleh yang tersebar hampir di setiap sudut kota . Sedangkan salah satu tempat jajanan masyarakat yang terbesar di kota Garut adalah Pasar Ceplak.
Pasar Ceplak adalah bagian dari denyut keramaian malam di kabupaten Garut. Pasar ini mempunyai sejarah yang sangat panjang, hingga dapat dikategorikan sebagai karakteristik kota dari kabupaten Garut. Pasar Ceplak mulai buka setelah Ashar (Sekitar jam 16-17 WIB) di ruas jalan Siliwangi yang terapit Jl. Cikuray dan Jl. Ciledug. Di tempat ini berbagai makanan khas Garut dan daerah lain merangsang selera. Makanan ringan sampai makanan berat, dijual dengan harga terjangkau serta suasana "kekeluargaan" dan "kerakyatan". Nama Ceplak sendiri diambil dari beradunya lidah dan langit-langit mulut bila seseorang sedang makan hingga menimbulkan bunyi (dalam bahasa sunda "ceplak"). Puncak dari keramaian Pasar Ceplak adalah pada saat bulan Rhamadhan, akhir pekan, dan hari libur.
Sumber: garutkab.go.id
[[ Syam ]]

    • Popular
    • Categories
    • Archives