Tentang Format ITB

FORMAT (Forum Mahasiswa Garut) ITB adalah sekelompok mahasiswa S1 ITB yang berasal dari Garut, mempunyai garis keturunan orang Garut, pernah tinggal, dan mempunyai kepedulian terhadap Garut. Dulunya FORMAT ITB hanya sebuah paguyuban, kemudian resmi menjadi organisasi pada tanggal....

Pesta Pendidikan 2013

Pesta pendidikan adalah rangkaian acara pengenalan bagi siswa SMA yang rutin dilangsungkan oleh FORMAT ITB[...]

Liburan Bersama FORMAT ITB

Setelah Rangkaian acara Pesta Pendidikan 2013, Format ITB mengadakan Tour bersama FORMAT, berlokasi di Batu Karas Pangandaran, para peserta yang merupakan panitia Pesta Pendidikan 2013 mengikuti[...]

If you are going [...]

BIUS ITB, Jaminan Akses Mahasiswa Kurang Mampu terhadap Pendidikan

Dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan akses pendidikan di Perguruan Tinggi yang terbatas untuk mahasiswa kurang mampu, pada tahun 2009 BIUS (Beasiswa ITB untuk Semua) didirikan. BIUS mengajak semua mahasiswa berprestrasi yang kurang mampu untuk dapat kuliah di ITB secara gratis. Pada awal dibentuk, yaitu tahun 2009, kampanye secara besar-besaran disebarkan lewat internet dan media sosial. Kampanye ini bertujuan agar siswa SMA di seluruh wilayah di Indonesia menget[.....]

Mahasiswa Harus Menjadi penemu Hebat

"Banyak contoh di dunia bahwa penemu-penemu itu berasal dari kalangan mahasiswa. Contohnya Microsoft,” kata JK dalam ceramah dengan tema ‘Ramadhan’s Great Metting‘ di Aula Timur kampus ITB, Ahad (14/7). Menurut JK yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI), penemuan tersebut tentunya harus memiliki manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.[...]

Tuesday, July 16, 2013

Kemudahan Dapatkan Beasiswa di ITB

Bandung, (FORMATNews) - ITB sebagai salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia selalu kebanjiran mahasiswa baru tiap tahunnya. Mahasiswa ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan dengan kondisi ekonomi yang berbeda-beda pula. Menyadari hal tersebut pihak ITB tentu tidak ingin membatasi kesempatan belajar anak Indonesia apalagi hanya terkendala masalah finansial. Berbagai fasilitas beasiswa pun disediakan bagi calon mahasiswa, mahasiswa baru dan juga mahasiswa lainnya yang menimba ilmu di ITB.

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia memang tidak bisa dipungkiri lagi. Namun bukan berarti masyarakat dengan kesulitan ekonomi tidak memiliki peluang untuk masuk ke gerbang pendidikan tinggi. Hal inilah yang disadari oleh Bidang Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB. Beasiswa biaya hidup, Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM), dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS) adalah suatu opsi yang dapat menjadi solusi bagi kendala yang kerap kali ditemui oleh mahasiswa.

Khusus untuk calon mahasiswa, pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) menyediakan beasiswa Bidik Misi. Bantuan yang diberikan untuk peserta Bidik Misi adalah pembebasan BPPM 100% dan BPPS selama 8 semester (4 tahun kuliah tepat waktu). Setiap tahunnya ITB selalu mendapatkan kenaikan kuota. Dimulai dari tahun 2010 dengan kuota 450, kemudian di 2011 dengan kuota 700, dan di tahun 2012 dengan kuota 800.  "Mudah-mudahan tahun 2013 ini ada kenaikan lagi," ujar Nanan Hendayana Kepala Seksi Kesejahteraan LK ITB.

Beasiswa Bidik Misi terintegrasi dengan mekanisme ujian saringan mahasiswa baru. Di Tahun 2012 lalu, untuk peserta SNMPTN Undangan, pihak sekolahlah yang bertugas mendaftarkan siswa-siswanya yang dirasa membutuhkan bantuan bidik misi ini. Sedangkan untuk SNMPTN tulis, siswanya sendiri yang mendaftar mengajukan beasiswa Bidik Misi. Mekanisme pendaftaran ini tidak melalui ITB, melainkan langsung berhubungan dengan Dikti.
Para calon mahasiswa sepatutnya tidak merasa takut jika terkendala masalah finansial. Kuota yang dimiliki ITB sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memfasilitasi jumlah mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Menurut pengalaman Nanan, pada tahun 2012 jumlah pemohon yang berasal dari SNMPTN undangan dan tulis hanya berjumlah sekitar 500 orang dari kuota 800 orang yang disediakan pemerintah. "Untuk itu kami memiliki tim verifikasi untuk menyelidiki mahasiswa-mahasiswa yang sebenarnya juga membutuhkan bantuan bidik misi ini," papar Nanan. Mahasiswa yang memohon pembebasan biaya BPPM di tahun 2012 dapat diajukan untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi oleh ITB.



Dengan banyaknya bantuan yang ditawarkan baik oleh pemerintah dan pihak ITB, teman-teman dari seluruh penjuru Nusantara seharusnya tak lagi harus mengubur impiannya karena masalah finansial. "Jangan takut masuk ITB! Yang penting prestasi, bukan uang," tegas Budi Mulyadi selaku Kepala Subdirektorat Humas dan Alumni ITB.

Sumber :itb.ac.id

Wednesday, July 11, 2012

Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

Upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang sains, teknologi dan budaya, memerlukan kesiapan  penyediaan sumberdaya manusia yang unggul. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program pendirian institut teknologi negeri di Sumatera. Penyusunan proposal pendirian telah dilakukan pada tahun 2011. Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah ditetapkan akan berlokasi di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Status penyelenggaraan ITERA akan ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Berkenaan dengan rencana tersebut, berdasarkan mandat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maka pada tahap awal pembangunan, pengembangan dan penyelenggaraan akan dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi se-Sumatera.

Sebagai langkah awal penyelenggaraan, ITB dan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung akan melaksanakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana ITERA untuk Tahun Akademik 2012/2013 melalui program mandiri (selanjutnya disebut SPM-ITERA 2012). Mengingat pembangunan Kampus ITERA masih pada tahap perencanaan, calon mahasiswa yang dinyatakan diterima melalui SPM-ITERA 2012 akan mengikuti perkuliahan di Kampus ITB Jatinangor, Jawa Barat. Karena keterbatasan daya tampung saat ini, jumlah yang akan diterima sementara dibatasi 100 mahasiswa pada 5 program studi. Secara bertahap penerimaan ini akan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang baik prodi maupun jumlah mahasiswanya. Setelah izin pendirian dari Presiden Republik Indonesia terbit dan Kampus ITERA di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan sudah siap dioperasikan secara penuh untuk kegiatan akademik (diperkirakan mulai Tahun Akademik 2014), para mahasiswa ITERA secara bertahap akan dipindahkan dan mengikuti perkuliahan di Kampus ITERA Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kerjasama ITB dengan Pemerintah Daerah Provinsi se-Sumatera akan dirancang pola beasiswa “Kemitraan Daerah” bagi calon mahasiswa yang diterima melalui SPM-ITERA 2012. Kemitraan Daerah memberikan peluang bagi Pemerintah Daerah untuk menyiapkan sumberdaya manusia daerahnya melalui beasiswa di pendidikan tinggi. Keterangan lebih lanjut tentang beasiswa Pemerintah Daerah Provinsi dapat dilihat di situs www.itera.itb.ac.id tentang SPM-ITERA 2012. Seluruh calon mahasiswa, termasuk melalui Kemitraan Daerah harus mengikuti ujian tertulis.


Friday, June 1, 2012

Peraih Ganesha Best Student 2012: Tekankan Community Development Bagi Sesama

BANDUNG, itb.ac.id - Tiap tahunnya, masing-masing program studi di ITB mencalonkan satu orang mahasiswa berprestasi (mapres) yang kemudian akan diseleksi untuk mewakili fakultas. Mapres tingkat fakultas tersebut kemudian diseleksi kembali hingga diperoleh sang pemenang, yang pada tahun ini disebut Ganesha Best Student. Untuk tahun ini, Hendra, mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2008, terpilih sebagai Ganesha Best Student 2012.

Pemuda kelahiran 15 September 1990 ini telah banyak menorehkan prestasi sejak masuk ITB. Hendra tercatat pernah mengikuti Model United Nation (MUN), kegiatan simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pada bulan Februari silam, Hendra berhasil memperoleh gelar Honorable Mention dalam Harvard National Model United Nation (HNMUN) yang diselenggarakan di Boston.

Selain aktif dalam berbagai kegiatan bahasa Inggris, Hendra juga memiliki minat dalam bidang wirausaha. Ia pernah berpartisipasi dalam Young Leaders for Indonesia (YLI) McKinsey Company dan memperoleh McKinsey Award, yang memacunya untuk membuat sebuah proyek social entrepreneurship.

Pada proyek social entrepreneurship tersebut, Hendra yang memiliki minat besar terhadap pangan mengusahakan limbah tahu untuk diolah kembali dan dijadikan makanan sejenis nugget dengan bekerja sama dengan masyarakat. Hendra berharap, proyek ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemuda bersahaja asal Jambi ini juga berwirausaha makanan secara individu dengan bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Menurut Hendra, kerja sama dengan masyarakat dalam berwirausaha merupakan salah satu bentuk community development (comdev) yang termasuk dalam salah satu visi hidupnya.

"Mahasiswa juga dapat meningkatkan perannya dalam public relation dengan mulai berani melakukan comdev berbasis individu. Tidak harus mengikuti KKN Tematik atau kegiatan-kegiatan berskala besar semacamnya untuk melakukan comdev," tutur Hendra.

Peraih beasiswa kuliah ini memiliki visi hidup ingin berkembang menjadi orang besar agar dapat membantu orang-orang di sekitarnya. Ia memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang engineer yang bergerak di usaha industri makanan, lalu mempekerjakan masyarakat tidak mampu pada usahanya tersebut. "Dengan begitu, saya berharap dapat berkontribusi dan melakukan comdev sesuai dengan tridarma perguruan tinggi," kata Hendra.

Selain itu, ia juga ingin mendirikan sekolah dan memberikan beasiswa untuk orang-orang yang giat dan pekerja keras. "Saya ingin mengenal sedikitnya 1000 orang, dan memberikan pengaruh pada 1000 orang tersebut melalui cita-cita saya ini," ucapnya bersemangat.

Terpilih Mewakili ITB

Hendra mengatakan, menjadi mapres ITB 2012 tidak pernah menjadi target ataupun mimpinya. Terpilihnya Hendra sebagai mapres ITB 2012 tidak terlepas dari dukungan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek) ITB dan teman-temannya.

Hendra juga berterima kasih pada Dr. Ir. Rachmawati Wangsaputra, dosen dari Teknik Industri Laboratorium Sistem Produksi (LSP) yang diakui Hendra sangat banyak membimbingnya dalam merevisi karya tulis berjudul "Improving Indonesian Students' Role in Poverty Allevation" yang memenangi seleksi Ganesha Best Students 2012. Menurut Hendra, Rachmawati sangat berjasa dalam memberikan masukan mengenai organizational thinking dan membuat karya tulisnya lebih sistematis.

Dengan terpilihnya Hendra sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) ITB 2012, ia akan maju mewakili ITB pada pemilihan mapres tingkat nasional yang akan digelar September 2012 mendatang. Hendra mengatakan bahwa menjadi pemenang Ganesha Best Students 2012 merupakan suatu amanah besar baginya, dan ia berharap dapat menjaga integritasnya serta mempengaruhi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk melakukan sesuatu yang baik bagi masyarakat sekitar.

Sumber : http://www.itb.ac.id/news/3620.xhtml

Umum : Libur Tiba Ragam Aktivitas Warnai Mahasiswa ITB


BANDUNG, itb.ac.id - Kegiatan ujian akhir semester yang berdasarkan kalender akademik berakhir pada Selasa (22/05/12) kemarin menandakan masa liburan mahasiswa ITB dimulai. Setelah menjalani studi selama satu semester atau empat bulan masa aktif kuliah ditambah dua minggu masa ujian akhir semester akhirnya mahasiswa ITB bisa melepas kepenatan dan kesibukan seputar akademik.

Menjelang liburan ada suasana yang berbeda di ITB yaitu ketika minggu UAS. Saat UAS berlangsung jalan-jalan di dalam kampus ITB terlihat lengang dan perpustakaan terlihat lebih ramai oleh mahasiswa yang belajar bersama atau mengerjakan tugas besar mata kuliah.

Begitu juga aktivitas jasa fotokopi disekitar ITB yang kebanjiran pelanggan yang sebagian besar mahasiswa. "Mereka kebanyakan memotokopi slide ataupun materi kuliah," ujar salah seorang pegawai potokopi yang tidak mau menyebutkan identitasnya.

Namun untuk beberapa sudut kampus ITB, kegiatan UAS tidak menurunkan aktivitasnya, seperti di daerah timur laut dan selatan ITB. Kesibukan seperti berlatih tari dan alat musik tradisional selalu mewarnai daerah-daerah tersebut. Seakan tak kenal lelah, para pelatih yang juga mahasiswa dengan sabar membina anggota-anggotanya.

Selain kegiatan kesenian, saat-saat awal liburan juga dimanfaatkan oleh beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan di fakultas tertentu untuk menyelenggarakan kaderisasi wilayah seperti di STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) dan FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Kelautan) ITB. Kaderisasi wilayah diadakan oleh gabungan himpunan mahasiswa jurusan di suatu fakultas sebagai pengenalan jurusan dan himpunan.

Kegiatan kemahasiswaan lain yang berlangsung saat masa liburan kali ini yaitu Latihan Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kemahasiswaan ITB di Lembang. Pendidikan dan Latihan Panitia OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) ITB dan rekrutmen anggota kabinet KM ITB 2012-2013 yang dapat diakses di km.itb.ac.id/daftar juga mewarnai awal liburan mahasiswa ITB.

"Kita berharap di masa liburan ini mahasiswa dapat melakukan berbagai latihan pengembangan diri. Bisa dengan mengikuti program pengabdian masyarakat atau KKN Tematik. Selain itu banyak hal yang bisa dilakukan seperti berwirausaha atau melakukan kerja praktek," ungkap Brian Yuliarto, Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB.

Liburan di Lapangan
Lain lagi dengan mahasiswa angkatan 2009 di program studi Teknik Geofisika dan Teknik Geologi yang menghabiskan sebagian masa liburannya dengan kuliah lapangan. Dua minggu untuk Teknik Geofisika dan satu bulan untuk Teknik Geologi. Mereka berangkat ke Karangsambung, Kebumen untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan di kampus.

Di samping itu banyak mahasiswa di program studi lain yang melakukan kegiatan serupa dalam kerja praktek atau internship di berbagai perusahaan.

Libur Sebentar, Kuliah Lagi

Bagi mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), liburan hanya berlangsung seminggu karena harus kembali berkuliah. Semester pendek wajib diikuti oleh mahasiswa SBM mengingat masa studinya yang hanya berlangsung selama tiga tahun. Hal yang sama juga berlaku untuk mahasiswa yang akan mengambil semester pendek.

Apapun bentuk kegiatannya, seharusnya waktu luang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Inilah kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan ekstrakulikuler sehingga akan lebih siap dan memiliki nilai tambah saat lulus dan lebih siap terjun ke masyarakat," tambah Brian.

Sumber : http://www.itb.ac.id/news/3627.xhtml

Umum : Doktor ITB Berhasil Produksi Katalis untuk Pengolahan Minyak Bumi


BANDUNG, itb.ac.id - Pertamina kini tidak perlu mengimpor katalis untuk salah satu proses pengolahan minyak mentah yang dilakukannya. Seorang Doktor ITB mampu membuatnya di dalam negeri. Indonesia boleh berbangga kepada Maria Ulfah, mahasiswi strata 3 program studi Teknik Kimia ITB, yang telah mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Hydrotreating Nafta dengan Katalis NiMo Berpenyangga Gama-Alumina' dalam Sidang Terbuka Sekolah Pascasarjana pada Jumat (14/10/11). Maria Ulfah berhasil membuat katalis tersebut dalam skala laboratorium, skala pilot, bahkan saat ini katalis tersebut telah digunakan oleh Pertamina RU-II Dumai selama 4 bulan dan terus berjalan.

Berangkat dari kenyataan bahwa kondisi minyak bumi dunia makin berat dan makin kotor oleh senyawa-senyawa sulfur, nitrogen, oksigen, nikel, dan vanadium sementara kebijakan lingkungan pemerintah makin ketat, muncul tuntutan bahwa bahan bakar minyak yang diproduksi harus bersih dari pengotor-pengotor tersebut.

Proses hydrotreating merupakan salah satu proses penting dalam pengolahan minyak bumi untuk menyingkirkan senyawa-senyawa tersebut. Pertamina membutuhkan sekitar 2000 ton/tahun katalis hydrotreating, yang harus diimpor dari luar negeri. Mengingat kebutuhan katalis yang besar ini, maka dijalinlah kerja sama dengan Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis Teknik Kimia ITB sejak tahun 2005. Riset dikonsentrasikan pada usaha produksi katalis nafta karena katalis ini lebih mudah dibuat.

Katalis hydrotreating nafta yang dikembangkan Ulfah, begitu Dr. Maria Ulfah biasa dipanggil, adalah jenis NiMo, yang merupakan larutan stabil dari logam molibdenum sebagai zat aktif dan nikel sebagai promotor. Larutan ini kemudian disangga oleh senyawa gama-alumina menjadi bentuk-bentuk trilog dengan luas permukaan yang optimal.

Membuat larutan NiMo yang stabil merupakan sebuah tantangan besar bagi riset-riset serupa yang dilakukan sebelumnya, namun Dr. Ulfah berhasil membuat sebuah formulasi dan prosedur pembuatan katalis untuk hydrotreating nafta ini dengan kinerja yang setara, bahkan lebih baik dalam beberapa aspek, dibandingkan dengan kinerja katalis komersial yang diimpor.

Katalis yang dinamakan TN 100-2T ini selain diuji pada reaktor berskala laboratorium (massa katalis 1 gram), juga telah diuji pada reaktor pilot (massa katalis 100 gram) selama 4 bulan. Bahkan, TN 100-2T telah digunakan dalam reaktor industri (massa katalis 3,5 ton) selama 2,5 bulan di Pertamina RU-II Dumai. Seluruh hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa TN 100-2T memiliki aktivitas penyingkiran senyawa sulfur dan nitrogen yang setara dengan katalis komersial yang biasa digunakan di kilang Dumai tersebut

Bahkan, untuk penyingkiran senyawa nitrogen (dengan istilah hidrodenitrogenasi), TN 100-2T memiliki kinerja yang lebih baik (sebesar 97,25%) dari katalis komersial (sebesar 66,67%) pada reaktor komersial Dumai. Temperatur operasinya pun lebih rendah jika dibandingkan dengan katalis komersial, sehingga penghematan energi dapat dilakukan.

Keterulangan prosedur pembuatan katalis dan penyangganya juga sangat baik. Katalis skala laboratorium yang dibuat dengan skala 10 gram/batch maupun katalis skala komersial yang dibuat dengan skala 600 kg/batch memiliki sifat fisik dan aktivitas yang hampir sama, dan setara dengan aktivitas katalis komersial.

Katalis TN 100-2T ini memiliki umur sekitar 1 tahun, dan berpotensi untuk dipanjangkan umurnya karena sifatnya yang tidak mudah remuk. Hal ini didukung oleh bukti kinerjanya di Pertamina RU-II Dumai sejak Juli 2011 yang masih baik. Ke depannya, tidak hanya untuk hydrotreating nafta, TN 100-2T juga dapat digunakan untuk hydrotreating diesel.

Keberhasilan pembuatan katalis TN 100-2T ini, apalagi dalam skala komersial, merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang membangun kepercayaan industri kepada perguruan tinggi, dalam hal ini untuk membuat katalis. Promotor Dr. Ulfah, Dr. Subagjo, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan produksi 'katalis merah putih' ini, yang diamini oleh segenap ko-promotor, tim penyanggah, dan pemimpin sidang. Dr. Melia Laniwati sebagai ko-promotor bahkan menyampaikan apresiasinya lebih lanjut, "Beginilah sebaiknya sebuah penelitian dilakukan. Tidak hanya berhenti hingga publikasi, namun terus dilanjutkan hingga menemukan bentuk aplikasinya dalam kehidupan nyata."

Setelah memperoleh gelarnya, Dr. Maria Ulfah akan kembali mengajar di Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta dan akan terus mengembangkan keahliannya dalam bidang Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis.

Sumber : http://www.itb.ac.id/news/3369.xhtml

    • Popular
    • Categories
    • Archives