Wednesday, May 16, 2012

Motivasi : Integritas



"Integritasmu mana nak?, masa ilmu milikmu setinggi langit tapi kau tak punya integritas."
      Begitulah penggalan kalimat dari seorang kakek kepada seorang pemuda lulusan universitas terkemuka. Sang kakek tersebut ternyata pemimpin dari perusahaan besar di suatu negara. terngiang dalam benak kita semua suatu kata yang sudah tidak aneh lagi yaitu "Integritas". Walau pernah mendengar tentang kata ini, tetapi tidak semua orang makna sebenarnya dari sang Integritas yang konon menjadi penentu kualitas seseorang di zaman modern ini.
      Tak heran integritas ini menjadi salah satu tolak ukur kualitas diri dari seorang manusia mengingat setiap orang bisa mendalami suatu ilmu hanya dengan sekedar duduk manis di depan "kotak bercahaya" mereka dan mengakses berbagai pengetahuan yang ada di dunia ini. Ditunjang dengan teknologi super canggih hasil para pemikir dunia, manusia terus meng"upgrade" dirinya menjadi manusia yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Kondisi inilah yang membuat manusia lupa bahwa selain ilmu pengetahuan, perlu suatu aplikasi dan sikap yang merupakan cerminan dari ilmunya.
      Istilah integritas akhirnya digunakan oleh masyarakat sebagai suatu istilah yang paling paling luas cakupannya untuk menjelaskan sikap terpuji dari seseorang. Lalu sebenarnya apa hakikat dari Integritas ini?. Secara etimologi integritas berasal dari kata integer yang artinya bulat, penuh, tidak terpisah, utuh, satu kesatuan. Secara luas, integritas dapat kita jabarkan sebagai suatu kesatuan batin yang utuh sebagai hasil dari sekumpulan sikap baik (kejujuran, komitmen, dst). Makna yang cukup mudah dimengerti secara umum, tetapi kita harus menggali lebih dalam lagi untuk menemukan inti dari Integritas. 
      Menurut Steven R. Covey (Author konsep 7 habit for highly effective people) "Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan". Mr. Covey mengutamakan keteguhan dan konsistensi sebagai makna yang paling mendalam dari kata "Integritas". Seseorang yang memiliki integritas tidak mungkin kehilangan arah saat menjalankan misinya karena dia konsisten dengan apa yang telah dia rencanakan dan yakin bahwa langkah yang dia tempuh akan mengantarnya menuju cita-cita yang diinginkan.



     Berbeda dengan Covey, Marthin Luther King Jr mendefinisikan Integritas sebagai suatu langkah yang diambil seseorang dan langkah tersebut dilakukan dengan benar pada waktu yang tepat. Artinya seseorang yang memiliki integritas telah mempertimbagnkan segala kemungkinan yang terjadi sehingga dia akan melakukan langkah yang tepat saat waktunya tiba, bukan sekedar bergerak dengan gegabah yang nantinya mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi dirinya atau lingkungannya. 


     Integritas yang selalu dipertanyakan di zaman sekarang ini pada akhirnya menjadi suatu barang langka, di saat orang-orang sedang sibuk-sibuknya melakukan kegiatan mereka kadang lupa dengan orang lain, padahal integritas ini berkaitan dengan orang lain. Suka menyepelekan kebutuhan orang lain menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memiliki integritas, namun menunjukkan orang tersebut egois  dan tidak ada seorang pun yang mau menjadi korban egoisnya seorang manusia. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri, apakah kita memiliki integritas atau belum?, kalau sudah, apakah integritas kita sudah diterapkan dengan maksimal kepada diri kita sendiri dan orang lain ? selalu introspeksi dan evaluasi diri menjaga kita dari kekhilafan saat berhubungan dengan orang lain dan memperbaiki kualitas diri kita.
Jadi, "Mana Integritasmu?"..... (Fahri/Kominfo)

No comments:

Post a Comment

    • Popular
    • Categories
    • Archives